Wednesday, June 12, 2013

Penelitian Bank Dunia: Cukup Daftar dan Anda Dibayar

(artikel ini dicopas dari Tabloid Civitas Mei 2012)
Pada Senin (19/3), nampak antrean yang mengular di depan Gedung A . Pasalnya, dibuka registrasi untuk menjadi objek dalam eksperimen yang dilakukan Bank Dunia. Daya tarik penelitian ini adalah insentif yang diberikan pada objek eksperimen. Dengan melakukan registrasi saja—tanpa mengikuti eksperimen, peserta mendapat insentif sebesar 25ribu rupiah. Apabila ikut andil dalam eksperimen, jumlah yang diperoleh dapat mencapai 200ribu rupiah.

Bukan sembarangan, penelitian ini adalah salah satu jenis penelitian berbiaya tinggi. “Penelitian dengan eksperimen ini jarang karena biayanya mahal,” jelas Ridwan Galela, Kepala Subbidang Tatalaksana Pendidikan Akuntan, “Insentifnya diantaranya memberi honor kalau dia mengikuti eksperimen.”

Menurut Ridwan, Bank Dunia meminta STAN untuk menjadi fasilitator penelitian ini. “Ada surat permintaan dari World Bank Jakarta. Utusannya, Ibu Maria Tambunan datang ke sini, akan ada riset World Bank tentang efek remunerasi. Mereka membutuhkan lab komputer, juga dua ratus mahasiswa. Kemudian kita fasilitasi mereka,” terang Ridwan.

“Saat itu diumumkan bahwa kalau datang ada honornya. Kita bebaskan mahasiswa daftar. Kita bikin pengumuman, itu yang dikasih ke ketua kelas. Kemudian kita buka pendaftaran di Gedung A Pelayanan. Dalam waktu lima puluh menit, kuota sudah terpenuhi,” tambah Ridwan.

Peneliti yang berperan dalam riset ini adalah Dr. Syeheriar Banuri. Indonesia dipilih sebagai tempat penelitian tidak lain karena adanya reformasi birokrasi pada 2006. Saat ditanya tujuan risetnya, ia menjawab “The research agenda is to evaluate the bureaucracy reform in Indonesia, to see if it’s actually bringing about the changes that are supposed to happened.”

Teknik penelitian yang diterapkan adalah teknik eksperimental –yang disebut Syeheriar sebagai ‘game’. Eksperimen ini bersifat rahasia, selain peserta dan peneliti tidak ada yang mengetahui seperti apa gametersebut. Rotua Andriyati Siregar, asisten peneliti, menuturkan, “Pesertanya malah lebih tahu dari kita karena kita kan nggak boleh ikut ini,” saat ditanya tentang bentuk eksperimen.

Dalam game tersebut dilakukan analisis mengenai economic behavior, yakni menentukan besar proporsi investasi dan proporsi donasi. Yang menarik, keputusan tersebut adalah keputusan riil –jumlah yang disumbangkan dalam gamebenar disumbangkan di dunia nyata. Sumbangan yang dikumpulkan pada tiap sesi ini kemudian diserahkan kepada Palang Merah Indonesia. “Yang menarik, nyumbang sekian juta buat PMI. Tergantung peserta, kamu mau donasi berapa. Akan dipilih volunteertiap sesi, mereka akan dibawa ke bank bersama dengan asisten, biar ada saksinya,” terang Rotua.

Selama empat hari penelitian berlangsung, mahasiswa STAN telah menyumbang 25 juta untuk PMI.“They have donated about Rp25 million to Palang Merah Indonesia and that’s really impressive,” kata Syeheriar.

Mengenai kendala yang dihadapi selama masa riset, Syeheriar mengatakan bahwa tidak ada masalah berarti. Satu-satunya hambatan adalah mousedi lab komputer yang berbeda tipe, padahal penelitian ini mengharuskan mouse yang identik. “So I go to buy the mice,” katanya.

Terkait kesan terhadap STAN, Syeheriar mengatakan “But here (at STAN), has been full from the first day and it has been fantastic. I had budgeted two weeks to do this experiment but and I was done in four days! Best experience!” Hasil penelitian tersebut akan dipublikasikan dalam jurnal internasional Living Economic Journal, sekitar empat hingga lima tahun mendatang. [Hanifah Muslimah/Tendi Aristo]

Related Posts by Categories



0 comments :

Post a Comment

mohon koreksinya apabila salah (CMIIW), silahkan berkomentar dengan baik, penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang anda sampaikan, jadi silahkan anda bertanggung jawab dengan apa yang anda sampaikan, terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat [ baca disclaimer]