Tuesday, January 17, 2017

Desain Kaca Bus

Pas Naik Ultimanya Damri, kelihatan sekali dari dalam bahwa desain kaca pada bus ini memang benar-benar kaca seperti tampak dari luar, karena ada beberapa body bus dimana kalau dilihat dari luar, kaca di samping bus seolah-olah melebar dari atas sampai bawah mengikuti desain bus, tapi setelah melihat dari dari dalam, desain potongan kaca samping tidak seperti yang terlihat, dan ternyata warna hitam yang tampak dari luar bukan berfungsi sebagai kaca, namun kamuflase seperti kaca. Seperti pada contoh gambar di bawah ini.
bentuk body samping jetbus hd2 (riorefaldi.blogspot) (Warna hitam tidak semuanya adalah kaca, tapi sekilas merupakan kamuflase seperti kaca)

Kemarin pas saya duduk di kursi paling depan, saya memperhatikan kaca samping bus Ultima yang saya naiki, yang ternyata memang benar-benar mengikuti bentuk potongan kaca dari luar. baik dilihat dari luar maupun dalam memang benar-benar sama. lihat saja dibawah ini
lihat di bagian kaca sampingnya, mengikuti model busnya seperti tampak dari luar

sebenarnya kalau kita perhatikan masih ada contoh model bus lain yang kaca samping busnya benar-benar mengikuti model busnya seperti yang pernah saya lihat pada All New Grand Tourismonya Eka yang seperti ini
mobilkomersial

Baik yang menggunakan cara kamuflase maupun yang tidak masing-masing pasti memiliki pertimbangan tersendiri ya, misalnya pertimbangan efisiensi, tingkat kesulitan dan lain sebagainya, namun yang jelas, penggunaan kaca yang lebih luas memiliki kelebihan seperti ruang pandang sopir yang semakin lebar, dan tentunya sangat berpengaruh pada kontrol sopir dalam menguasai kondisi sekitar.
mungkin ada yang pernah lihat yang lain?

Read More...

Friday, January 6, 2017

Dongeng bumi datar

Raehanul Bahraen
12 hrs ·
Bagi sebagian orang, mungkin menganggap pembahasan bumi datar atau bula sia-sia atau tidak perlu, tapi pendapat pribadi saya, ini perlu
Alasannya:
1. Tidak sedikit yang memaksakan pendapat pakai ayat-ayat dan hadits ngotot bumi itu datar atau ngotot bulat, padahal ada ikhtilaf ulama dalam hal ini dan pendapat terkuat: tidak ada dalil tegasnya apakah bumi bulat atau datar
Intinya kembalikan pada ahlinya yaitu ilmuan dunia dengan ilmiah dan jurnal terpercaya,
2. Beberapa guru ada yang terpengaruh ketika mengajarkan anak-anak kita di sekolah, bingung mengajarkan anak-anak kita mengenai gravitasi, penganggaln, gerhana, teori pasang surur, musim panas dan dingin serta banyak teori terkait
Mengenai pembahasan Al-Quran dan sunnah silahkan baca:
# Apakah Bumi Bulat Bola Atau Datar Menurut Pandangan Syariat?
(Tulisan agak panjang, 9 halaman, silahkan baca kesimpulan jika ingin ringkasnya)
Salah satu masalah yang sedang berkembang akhir-akhir ini adalah perdebatan mengenai bentuk bumi kita, apakah bulat ataukah datar. Pengetahuan yang selama ini diketahui umumnya orang adalah bahwa bumi itu bulat, namun berkembang juga pemahaman bahwa bumi itu datar atau disebut juga pemahaman flat earth. Beberapa ulama sebenarnya telah membahas hal ini, mereka membahas masalah bentuk bumi dari perspektif syariat. Tentunya mereka berdalil dengan yang tersirat dalam auat-ayat Al-Quran dan hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallamyang mengabarkan tentang alam semesta ini.
√ Klaim ijma bumi itu bulat
Perlu diketahui bahwa ada klaim ijma’ dari sebagian ulama bahwa bumi itu bulat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
وقال الإمام أبو الحسين أحمد بن جعفر بن المنادي من أعيان العلماء المشهورين بمعرفة الآثار والتصانيف الكبار في فنون العلوم الدينية من الطبقة الثانية من أصحاب أحمد : لا خلاف بين العلماء أن السماء على مثال الكرة ……
قال : وكذلك أجمعوا على أن الأرض بجميع حركاتها من البر والبحر مثل الكرة . قال : ويدل عليه أن الشمس والقمر والكواكب لا يوجد طلوعها وغروبها على جميع من في نواحي الأرض في وقت واحد ، بل على المشرق قبل المغرب
“Telah berkata Imam Abul Husain Ibnul Munadi rahimahullah termasuk ulama terkenal dalam pengetahuannya terhadap atsar-atsar dan kitab-kitab besar pada cabang-cabang ilmu agama, yang termasuk dalam thabaqah/tingkatan kedua ulama dari pengikut imam Ahmad: “Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola
Beliau juga berkata: “Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu di daratan maupun lautan, seperti bola
Beliau berkata lagi: “Dalilnya adalah matahari , bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan tenggelam pada semua penjuru bumi dalam satu waktu, akan tetapi terbit di timur dahulu sebelum terbit di bara”1.
Demikian juga Ibnu Hazm rahimahullah berkata,
أن أحد من أئمة المسلمين المستحقين لإسم الإمامة بالعلم رضي الله عنهم لم ينكروا تكوير الأرض ولا يحفظ لأحد منهم في دفعه كلمة بل البراهين من القرآن والسنة قد جاءت بتكويرها
“Para Imam kaum muslimin yang berhak mendapar gelar imam radhiallahu anhum tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat. Tidak pula diketahui dari mereka yang membantah sama sekali, bahkan bukti-bukti dari Al-Quran dan Sunnah membuktikan bahwa bumi itu bulat”2.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,
في كون الأفلاك كروية الشكل والأرض كذلك وأن نور القمر مستفاد من نور الشمس وأن الكسوف القمرى عبارة عن انمحاء ضوء القمر بتوسط الأرض بينه وبين الشمس
“Bahkan alam semesta dan bumi betuknya adalah bola, demikian juga penjelasan bahwa cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari dan gerhana bulan terjadi karena cahaya bulan terhalang oleh bumi yang terletak antara bulan dan matahari”3.
Demikian juga pendapat bahwa beberapa ulama kontemporer seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dan ulama lainnya.
√ Batalnya klaim Ijma’
Perlu diketahui juga bawa ada beberapa ulama ada yang menafikan bahwa bumi itu bulat seperti Al-Qahthaniy Al-Andalusy dalam kitab Nuniyah-nya,
كذب المهندس والمنجم مثله … فهما لعلم الله مدعيان
الأرض عند كليهما كروية … وهما بهذا القول مقترنان
والأرض عند أولي النهى لسطيحة … بدليل صدق واضح القرآن
“Telah berbohong ilmuan dan astronom yang semisal … mereka mengklaim atas ilmu Allah”
“Bumi menurut mereka bulat … mereka bergandengan dengan pendapat ini”
“Bumi menurut ahli ilmu agama adalah datar … dengan dalil yang jelas dari Al-Quran”4.
Demikian juga dalam Tafsir Jalalain, ketika menafsirkan ayat
وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
“Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (Al-Ghaasyiyah: 20).
Dijelaskan bahwa dzahir ayat bumi itu (سُطِحَتْ) “sutihat” menunjukkan bumi itu (سطحية) “sathiyyah” yaitu bulat, dalam tafsir dijelaskan,
سطحت ظاهر في أن الأرض سطح وعليه علماء الشرع لا كرة كما قاله أهل الهيئة
“Makna ‘sutihat’ zahirnya menunjukkan bahwa bumi itu datar dan dijelaskan oleh ulama, bukan bulat sebagaimana dikatakan oleh ahli astronom”5.
Demikian juga Al-Qurthubi dalam tafsirnya, membantah bahwa bumi bulat, ketika menafsirkan ayat,
وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Hijr: 19).
Beliau Al-Qurthubi berkata,
وهو يرد على من زعم أنها كالكرة
“Ini adalah bantahan bagi mereka yang menyangka bahwa bumi itu seperti bola”6.
Dari sini kita ketahui bahwa ada ulama yang menyelisihi klaim ijma’ yang disebutkan di atas.
√ Dalil-dalil yang digunakan kedua pendapat, dari Al-Quran dan As Sunnah
Masing-masing pendapat yang ada berdalil dengan Al Quran dan Sunnah dan saling membantah. Jika membahas dalil-dalil mereka maka cukup panjang, maka kita beri beberapa contoh saja:
1) Dalil bahwa bumi itu bulat menurut pro bumi bulat, surat Az Zumar ayat 5
Allah berfirman,
يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ
“Dia menutupkan/menggilirkan (takwrir) malam atas siang dan menutupkan/menggilirkan siang atas malam” (Az-Zumar : 5).
Pro bumi bulat berkata bahwa takwir itu bermakna lingkaran atau melingkari, misalnya melingkari penutup kepala imamah, karenanya bumi itu bulat-bola bergantian siang dan malam.
Pro bumi datar membantah bahwa justru itu dalil bahwa bumi itu datar dan berbentuk lingkaran (piring bulat), matahari dan bulan berputar melingkar di atas bumi dan menggantikan siang dan malam.
2) Dalil bumi itu datar menurut pro bumi datar, surat At Thur ayat 6
Yaitu posisi baitul makmur (ka’bah penduduk langit) yang berada tepat sejajar di atas ka’bah dunia di Mekkah
وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِْ وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِْ . وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ
“dan demi Baitul Ma’mur , dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” (QS. At-Thur: 4-6)
Al-Baghawi rahimahullah berkata,
” والبيت المعمور “، بكثرة الغاشية والأهل، وهو بيت في السماء حذاء العرش بحيال الكعبة
“Baitul Makmur: banyaknya yang memenuhi dan penduduknya, yaitu rumah di langit sekitar ‘Arsy dan sejajar dengan Ka’bah bumi” 7.
Pro bumi datar berkata: “Bagaimana mungkin bumi bulat-bola dan berputar kemudian baitul makmur sejajar dengan baitullah di Mekkah, bagaimana bisa sejajar kalau bumi-bulat berputar? berarti baitul makmur mutar-mutar di atas langit ikut bumi? Ini tidak masuk akal. Kalau bumi datar maka masuk akal jika sejajar”.
Pro bumi bulat membantah: “bisa jadi, ini hal ghaib yang tidak bisa masuk akal manusia, banyak hal ghaib yang tidak masuk akal kita sekarang, seperti di hari kiamat ada yang berjalan dengan wajahnya dalam Al-Quran. Orang dahulu tidak masuk akal jika ada yang bisa pergi ke tempat yang jauh dalam semalam saja, di zaman sekarang bisa saja dengan pesawat super cepat”.
3) Dalil bumi datar menurut pro bumi datar, surat Al Ghasyiyah ayat 20
Ayat yang menjelaskan bahwa bumi itu dihamparkan. Allah berfirman,
وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
“Dan (apakah manusia tidak mau memikirkan) bagaimana bumi itu dihamparkan?” (Al-Ghasyiyah: 20).
Pro-datar berkata: “ini sangat jelas mengatakan bumi dihamparkan, menghamparkan permadani misalnya, tentu pada benda yang datar”.
Pro-bulat membantah: “silahkan lihat penjelasan ulama semisal syaikh Al-Utsaimin8 dan fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah9 yang menjelaskan bahwa bumi itu datar bagi pandangan manusia dari bumi, sedangkan bentuk sebenarnya adalah bulat-bola”.
4) Dalil bumi bulat menurut pro bumi bulat, klaim ijma’ dari Syaikhul Islam, Ibnu Hazm dan beberapa ulama lain.
Namun klaim ijma’ ini perlu dikritik karena adanya pendapat lain dari ulama terdahulu seperti Al Qurthuby dan penulis Tafsir Jalalain yang telah di sebutkan di atas.
Sebenarnya masih banyak lagi dalil-dalil lainnya yang menjadi pembahasan dua kubu dan kita cukupkan saja contohnya sebagaimana di atas.
√ Tidak ada dalil yang tegas menyatakan bahwa bumi bulat atau datar
Setelah kita melihat pendalilan dua kelompok yang berbeda pendapat, maka kita dapatkan dalam satu dalil yang sama, bisa mereka gunakan untuk mendukung pendapat mereka masing-masing yang bertentangan padahal dalilnya sama. Memang dalam Al-Quran dan Sunnah tidak didapatkan dalil yang tegas dan jelas mengenai hal ini yang menyebut dengan tegas “bumi bulat-bola” atau “bumi datar”.
Kita bisa lihat yang pro-bulat menggunakan penjelasan syaikh Al-‘Utsaimin mengatakan bahwa bumi itu bulat dengan dalil dan penjelasan oleh Syaikh. Akan tetapi di sisi lain, Syaikh Al-Ustaimin dan juga Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa bumi adalah pusat tata surya dan tidak berputar sedangkan matahari yang mengelilingi bumi. Tentu ini bertentangan dengan sebagian orang yang pro bumi bulat, yang mereka menyakini bahwa bumi itu bulat dan mengelilingi matahari.
Tentunya Syaikh Al-‘Utsaimin dan Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa matahari mengelilingi bumi dengan penjelasan dalil dalam Al-Quran dan Sunnah. Syaikh Utsaimin menjelaskan,
أما رأينا حول دوران الشمس على الأرض الذي يحصل به تعاقب الليل والنهار، فإننا مستمسكون بظاهر الكتاب والسنة من أن الشمس تدور على الأرض دورانا
“Pendapat kami, matahari yang mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam, kami berpegang teguh dengan dzahir Al-Quran dan Sunnah bahwa matahari itu yang benar-benar mengelilingi bumi”10.
Syaikh Bin Baz juga menafikan bahwa bumi berputar (berarti matahari yang berputar mengelilingi agar terjadi siang dan malam), beliau berkata,
أما دورانها فقد أنكرته وبيَّنتُ الأدلة على بطلانه
“Adapun perputaran bumi maka aku ingkari dan aku telah jelaskan dalil tidak benarnya (perputaran bumi)”11.
Dalil yang mereka gunakan untuk pernyataan “matahari mengelilingi bumi” juga banyak, salah satunya yang menurut mereka cukup jelas bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi, yaitu hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa matahari bergerak di peredarannya dan tatkala sampai di bawah Arsy maka matahari bersujud.
عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ أَنَّ اْلنَّبِيَّ قَالَ يَوْمًا : أَتَدْرُوْنَ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ اْلشَّمْسُ؟ قَالُوْا: اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: إِنَّ هَذِهِ تَجْرِيْ حَتىَّ تَنْتَهِيَ إِلىَ مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ اْلعَرْشِ, فَتَخِرَّ سَاجِدَةً, فَلاَ تَزَالُ كَذَالِكَ حَتىَّ يُقَالَ لَهَا: اِرْتَفِعِيْ, اِرْجِعِيْ مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَرْجِعُ, فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا, ثُمَّ تَجْرِيْ لاَ يَسْتَنْكِرُهَا اْلنَّاسُ مِنْهَا شَيْئًا حَتىَّ تَنْتَهِيَ عَلىَ مُسْتَقَرِّهَا ذَلِكَ تَحْتَ اْلعَرْشِ فَيُقَالُ لَهَا: اِرْتَفِعِيْ, أَصْبِحِيْ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِكِ, فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِِهَا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: أَتَدْرُوْنَ مَتىَ ذَاكُمْ؟ ذَاكَ حِيْنَ (لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِيْ إِيْمَانِهَا خَيْرًا) (الأنعام: 158)
Dari Abu Dzar bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”12.
Akan tetapi yang mengatakan bahwa “bumi mengelilingi matahari” bisa membantah juga: matahari itu memang bergerak dan mengelilingi pusat tata surya. Mereka berpegangan pada fatwa ulama yaitu Syaikh Al-Albani yang menyatakan bahwa bumi itu berputar dan beliau pun membawakan dalil dan penjelasannya. Syaikh Al Albani berkata:
نحن في الحقيقة لا نشك في أن قضية دوران الأرض حقيقة علمية لا تقبل جدلا
“Kami sejatinya tidak ragu bahwa perputaran bumi merupakan fakta yang ilmiah dan tidak bisa dibantah”13.
Demikianlah, kesimpulannya mengenai apakah bumi datar atau bulat-bola, maka tidak kita dapatkan dalil yang tegas menyebutkan “bumi itu bulat” atau “bumi itu datar”.
Yang benar adalah sesuai dengan penelitian dan fakta ilmiah ilmu dunia
Apakah bumi datar atau bulat maka kita kembalikan lagi kepada penelitian dan fakta ilmiah. Hal ini dicerminkan dari sikap Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di mana beliau menggabungkan kedua ilmu yaitu fakta ilmu dunia (yang menurut beliau benar) dan “yang tersirat” dalam Al-Quran dan Sunnah.
Simak tanya jawab beliau dan kehati-hatian beliau dalam berfatwa,
سؤال من مسلم بريطاني / هل في رأيكم أن العالم كروي أو مستقيم ؟
ج الشيخ : هذا السؤال جغرافي وإلا ديني ؟
س / كلاهما
ج الشيخ : كروي
س / هل أخطأ ابن باز حينما قال انها مستقيمة
ج الشيخ / مستقيمة أو مسطحة ؟
س / مسطحة
ج الشيخ / ليت أن الخطأ وقف عند المسألة الجغرافية
Pertanyaan untuk syaikh Al-Albani dari seorang muslim di Inggris:
Penyana: Apa pendapatmu, apakah bumi itu bulat atau datar?
Syaikh: Apakah ini pertanyaan geografi atau pertanyaan agama?
Penyanya: Keduanya
Syaikh: Bumi itu bulat-bola
Penanya: Jika demikian syaikh Bin Baz salah mengatakan bumi lurus (ingat ada klarifikasi bahwa syaikh Bin Baz mengatakan bumi itu bulat, pent)
Syaikh: Lurus atau datar?
Penanya: Datar
Syaikh: Saya berharap itu adalah kesalahan geografi (Syaikh Al-Albani yakin Syaikh bin Baz cerdas masalah agama sehingga, sehingga beliau berharap Syaikh bin Baz menjawab dengan pengetahuan beliau dari ilmu geografi, pent)14.
Dari tanya jawab ini kita dapat dua pelajaran penting:
Pertama: Syaikh Al-Albani sangat hati-hati berfatwa sehingga beliau bertanya apakah bumi bulat atau datar tersebut, apakah ditinjau dari segi ilmu agama atau ilmu geografi dan penanya menjawab “keduanya”. Maka syaikh Al-Albani menjawab bahwa bumi itu bulat, karena ditinjau dari ilmu geografi beliau bahwa bumi itu bulat, sedangkan dari ilmu agama, beliau lebih condong dengan dalil yang tersirat (bukan dalil tegas), karena tidak ada dalil yang tegas bahwa bumi itu bulat
Beliau menjelaskan setelah tanya jawab tadi bahwa tidak ada dalil tegasnya, beliau berkata,
ليس هناك نص قاطع يؤيد أحد الوجهين المختلفين …بعض الآيات من القرآن الكريم التي تتعلق بهذا الموضوع يمكن أن يفهم منها ثبات الأرض وسطحيتها ، والبعض الآخر يمكن أن يفهم منها حركتها ودورانها
“Tidak ada dalil tegas yang mendukung dua pendapat yang berbeda ini… sebagian ayat Al-Quran yang berkaitan dengan hal ini bisa jadi dipahami bahwa bumi itu tetap dan datar dan sebagian ayat lainnya bisa saja dipahami bumi bergerak dan berputar.”
Bahkan beliau menegaskan selanjutnya, permasalahan bumi itu bulat atau datar bukanlah permasalahan aqidah, beliau berkata
ولهذا قلنا أن هذه ليست مسألة اعتقادية
“Karenanya kami katakan bawa masalah ini bukanlah masalah i’tiqadiyah”15.
Tentunya jika memang masalah aqidah tentu sudah dibahas dan menjadi penekanan utama oleh banyak ulama dalam berbagai kitab mereka.
Kedua: Lihat sikap Syaikh Al-Albani yang bersebrangan dengan Syaikh Bin Baz, beliau sangat berharap Syaikh Bin Baz hanya salah dalam ilmu geografi saja dan ini wajar karena Syaikh Bin Baz bukan ahli geografi dan hanya ikut saja dari apa info yang sampai ke beliau.
Patut direnungi oleh sebagian kecil saudara kita muslim yang mungkin saling berdebat apakah bumi itu bulat atau datar sampai tahap mencela, menyindir dan sampai bermusuhan dalam masalah ini, padahal mereka bersaudara dalam Islam dan yang lebih penting hal ini bukanlah permasalahan aqidah.
√ Kesimpulan dari tulisan kami:
1. Tidak ada dalil yang tegas dalam Al-Quran dan Sunnah yang menyatakan bahawa bumi itu bulat atau datar, sedangkan klaim ijma yang ada perlu dipertanyakan validitasnya, karena diketahui ternyata ada beberapa ulama yang menyelisihi klaim ijma’ tersebut
2. Permasalahan apakah bumi bulan atau datar bukanlah permasalahan aqidah.
3. Jika memang bukan permasalahan aqidah terutama, tidak layak bagi kaum muslimin berpecah belah dalam hal ini, saling mencela, menyindir dan bermusuhan dalam rangka mendukung pendapatnya.
4. Karena bukan masalah aqidah maka tidak bisa menyebabkan seseorang menjadi kafir hanya karena keyakinan apakah bumi bulat atau datar. Karenanya syaikh Bin Baz ketika mengingkari bumi berputar (beliau berpendapat bumi diam), tetapi beliau tidak mengkafirkan yang mengatakan bumi berputar, beliau berkata,
ولكني لم أكفِّر من قال به
“Akan tetapi aku tidak mengkafirkan mereka yang mengatakan demikian”16.
5. Apakah bumi itu bulat atau datar maka dikembalikan kepada penelitian dan fakta ilmiah dan tentunya oleh para ahlinya dalam masalah ini.
Allah berfirman,
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui” (An-Nahl:43).
6. Dalil Al-Quran dan Sunnah yang sudah pasti dan tegas (dalil qath’i) tidak akan bertentangan dengan fakta ilmiah dan akal manusia yang sehat. Sebagaimana dijelaskan bahwa tidak ada dalil tegas apakah bumi itu bulat atau datar.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan,
كل ما قام عليه دليل قطعي سمعي يمتنع أن يعارضه قطعي عقلي
“Semua yang telah ada dalil pasti/qath’i maka tidak bertentangan dengan akal yang sehat”17.
7. Yang lebih penting adalah dari “bumi datar atau bulat” adalah kita hidup di atas bumi, akan meninggalkan bumi menuju kampung akhirat yang kekal serta bagaimana agar bumi sebagai tempat mencari bekal untuk pulang ke kampung akhirat yaitu bekal iman, takwa, amal kebaikan yang bermanfaat bagi manusia dan makhluk di muka bumi.
Demikian pemabahasan ini, semoga bermanfaat bagi kita.
***
@Laboratorium RS Manambai, Sumbawa Besar, Sabalong-Samalewa
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel Muslim.or.id
1. Lihat Majmu’ Fatawa: 25/ 195
2.Fashl fil Milal 2/78, Maktabah Al-Kaniwy, Koiro, Syamilah
3. Miftah Daris Sa’adah 2/212, Darul Kutub Ilmiyah, Koiro, Syamilah
4. Nuniyyah Al-Qahthani, Maktabah As-Sudaniy, Jeddah, syamilah
5. Tafsir Jalalain 1/805, Darul Hadits, Koiro, syamilah
6. Tafsir Al-Qurthubi 10/13, Darul Kutub Al-Mishriyyah, Koiro, 1384 H, syamilah
7. Ma’alimut Tanzil 7/382, Darut Thayyibah, cet. IV, 1414 H, syamilah, Silahkan baca tulisan kami selengkapnya mengenai posisinya sejajar di link https://muslim.or.id/16573-mengenal-baitul-makmur-kabah-pen…
8. Lihat Majmu’ Fatawa wa Rasail 8/664
9. Fatwa Al-Lanah Ad-Daimah 26/414
10. Majmu’ Fatawa wa Rasail 1/71, Darul Wathan, 1413 H, syamilah
11. Majmu Fatawa syaikh Bin Baz 9/228, bisa di akses di link ini juga: http://www.binbaz.org.sa/article/472
12. HR. Bukhari dan Muslim
13. Silsilah Huda wan Nur, kaset nomor 1/497. Simak juga penjelasan beliau di sini: https://www.youtube.com/watch?v=PdBDFXtYKhU
14. Silsilah Huda wan Nur, kaset nomor 1/436
15. Silsilah Huda wan Nur, kaset nomor 1/436
16. Majmu Fatawa syaikh Bin Baz 9/228, bisa diakses juga di link: http://www.binbaz.org.sa/article/472
17. Dar’ut Ta’arudh 1/80
Sumber: https://muslim.or.id/28368-apakah-bumi-bulat-bola-atau-data…

https://www.facebook.com/raehanul.bahraen/posts/10206110810408890 Read More...

Nomor Agen Bus Haryanto area Jakarta

Karena belum ada yang naruh nomor agen haryanto terbaru di google, maka saya berinisiatif naruh di mbah google, supaya orang yang nyari gampang nemunya, sebenarnya bisa sih dicari di grupnya ha er sendiri, namun dengan syarat harus memakai pc, karena kalo pake android smartphone, menu carinya tidak ada, jadi susah dapatnya, karena foto nomor agennya sendiri pasti sudah tenggelam oleh postingan yang lain.
saya upload agen resmi haryanto, semoga bermanfaat, nomor ini saya ambil dari grup ha er
Catatan : Nomor ini saya ambil saya ambil dari grup haryanto Bulan Januari 2017, nomor bisa berubah sewaktu-waktu. bagi kalian yang punya nomor yang paling update, silahkan posting di komentar, bagi yang pengen nomor agen lain, atau pengen tanya lebih lanjut itu kode area mana dsb, bisa langsung bertanya di grup haryanto.
TP Tanjung Priok
RM yang bawah itu agen Pulo Gebang
Read More...

Thursday, January 5, 2017

~ NOBEL EKONOMI, KELICIKAN EKSEKUTIF DAN KEBODOHAN HRD ~

Kabul Indrawan added 4 new photos — with Dyah Margani.
11 October 2016 ·
~ NOBEL EKONOMI, KELICIKAN EKSEKUTIF DAN KEBODOHAN HRD ~
Baru kali ini, Nobel Ekonomi diberikan kepada ekonom yang mendalami ilmu manajemen. Padahal selama ini diberikan kepada ekonom non-manajemen yang lebih suka dengan asumsi-asumsi dan persamaan yang njelimetnya minta ampun.

Oliver Hart dan Bengt Holmstrom, meraih penghargaan prestisius atas karyanya dalam bidang "Contract Theory" atau teori kontrak dengan pendalaman pada kontrak tidak lengkap (incomplete contract).

Menurut saya; temuan Hart & Holmstrom sebetulnya menjelaskan kebodohan HRD, Human Capital Resources atau apapun nama keren kepegawaian dalam proses perjanjian kerja dengan eksekutif yang tidak mempertimbangkan keberlangsungan dan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang.
Incomplete contract menjelaskan adanya moral hazard pada eksekutif yang mendapat gaji pokok cukup besar, bonus berlipat-lipat, fasiltas dan berbagai kemewahan serta berbagai previlege lainnya.

Namun disisi lain, tidak ada sanksi yang jelas dan tegas saat yang bersangkutan wanprestasi, produktivitas rendah karena tidak memiliki KPI yang ajek

Tidak heran keberadaan eksekutif seperti ini sangat rawan melakukan penyalahgunaan jabatan, korupsi dan penggelapan yang berujung pada kerugian besar bahkan kebangkrutan perusahaan.

Hart-Holmstorm memberikan banyak kajian empiris salah satunya kebangkrutan ENRON yang merupakan raksasa energi beberapa tahun lalu. Karena para eksekutifnya mendapat gaji dan bonus dengan uang tunai langsung bukannya insentif berbasis kinerja dan saham. Akibatnya para eksekutif berusaha mengutamakan perolehan kas (revenue) semaksimal mungkin tanpa mengindahkan resiko kebangkrutan ENRON.

Kelakuan seperti ini sebetulnya dipraktekkan oleh segelintir eksekutif licik yang membodohi pemilik dan atasannya dengan menyampaikan capaian REVENUE yang fantastis dan terus meningkat. Namun mereka menyembunyikan berapa COST yang dikeluarkan. Sehingga pemilik tidak tahu apakah perusahaan mereka UNTUNG atau RUGI (Profit or Loss).

Gampangnya begini, kalau sebuah pertunjukkan menghasilkan Revenue Rp 2,5 miliar tetapi Cost Rp 3,1 miliar - pastinya kita rugi Rp 600 juta doooong, meskipun revenue tinggi.

Nah masalahnya, hal seperti ini tidak diatur dalam perjanjian kerja yang dilakukan saat rekrutmen, naasnya pejabat HRD yang bersangkutan amatiran juga termasuk eksekutif gajian yang tidak peduli dengan kelangsungan perusahaan. Tragisnya lagi kalau HRD tidak tahu hal elementer seperti KPI, Employee Mapping atau Balance scorecard.

Tak heran, kerap kali HRD semacam ini tidak mampu mengeksekusi seorang eksekutif yang sarat masalah. Malah kerap kali bingung mengambil keputusan "cut or run", maklum saja ia juga menjadi bagian dari masalah.

Kembali ke nobel ekonomi tahun ini. Lalu apa manfaatnya bagi pengusaha di Indonesia utamanya pengusaha UMKM?
Idenya adalah kompensasi, insentif, kesejahteraan karyawan dan profit agar perusahaan mampu berumur panjang, sehat dan membesar.

Pesannya adalah, gajilah eksekutif atau pegawai anda sepantasnya dan sesuai ukuran. Tetapi berikan mereka bonus berdasarkan keuntungan perusahaan dan libatkan dalam kepemilikan dengan saham agar eksekutif tidak serampangan mengambil keputusan hanya karena menggenjot revenue atau penerimaan tanpa mempertimbangkan resiko dan kerugian.

Dan pastinya kalau ada eksekutif yang berengsek, jangan ragu anda pecat tanpa pesangon atau tendang sekarang juga.
#sekedar_imho
#kangen_kuliah_lagi
https://www.facebook.com/kabul.indrawan/posts/10210706381199915

Read More...

Penemuan astronom Frank Steiner - universitas Ulm menyebutkan Bentuk alam semesta seperti terompet

Kabul Indrawan
12 November 2012 ·
Penemuan astronom Frank Steiner - universitas Ulm menyebutkan Bentuk alam semesta seperti terompet. Al Qur'an dan Hadis sudah menyatakan hal ini sejak 1500 tahun lalu

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.” (Q.S. An Naml : 87)

“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah. Bagaikan tanduk dari cahaya, sangat besar, demi Allah yang mengutusku besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).” (H.R. Abu Hurairah)

Cosmic horn with plenty of rivals

The universe - all that ever was, is or will be - could literally be a horn of plenty, according to German cosmologists. The cosmos could be stretched out like a long trumpet, infinitely long and narrow at one end, finite but flaring out like a horn at the end that humans can see now.

This is the shape of creation, known as a Picard topology, that makes most sense to Professor Frank Steiner, a theoretical physicist at the University of Ulm in Germany.

According to New Scientist today, a funnel-shaped universe best explains the pattern of cosmic background radiation observed when the universe was only about 380,000 years old.


The stories you need to read, in one handy email
Read more
This picture of early radiation, made by Nasa's Wilkinson microwave anistropy probe last year, has already helped answer some key questions about the history of time, space and everything. It helped pin the moment of creation to around 13.7 bn years ago. It helped confirm the proportions of the universe as 4% matter, 23% dark or undetectable matter and 73% something mysterious called quintessence, vacuum energy or dark energy. And it has raised once again the vexing question of the shape of the universe.

Even before cosmologists knew about the Big Bang, they had started worrying about the shape of spacetime. Did it stretch on forever, or was there a boundary? Einstein played with the idea of a negatively curved or saddle-shaped universe. Others wondered if it might be toroidal or doughnut shaped, so that it would seem to go on forever.

Last year, a New York team speculated that the universe might really be quite small, but shaped like an endlessly repeating set of dodecahedrons or soccer balls, so that a journey of 60bn light years in one direction would bring a traveller back to Earth, like a circumnavigation of the globe. Light travels in a straight line through space, but if space was crumpled or folded back on itself, galaxies might be quite close.

Prof Steiner's universal horn is another possible answer to the great spacetime riddle. A spacecraft could go on forever - but if it reached the flared end of the horn, it would start travelling back in on the opposite side. This shape is not the onlyrecent suggestion: a few months ago, a Pennsylvania team proposed a universe that looked like a squashed sphere.

"I made the comment that it is as though God carefully made the universe and then dropped it," says Paul Davies, a cosmologist now based at Macquarie University in Australia. "Until now, most serious cosmological models have assumed simple geometries and topologies: spatially flat and infinite, saddle-shaped and infinite or spherical and finite.

"But that hasn't stopped theorists exploring the properties of all sorts of weirdo shapes. Anyway, the universe can have a shape and still be infinite."
https://www.theguardian.com/science/2004/apr/15/spaceexploration.highereducation

Read More...

Air Mata Tumpah di Batumerah

Silahkan dibaca-baca, semoga bermanfaat ya gan

Embong Salampessy added 2 new photos — with Polly Kastanya and 13 others.
5 October 2015 ·
MATAHARI siang itu cukup terik. Sejumlah orang berpakaian serba putih terlihat gelisah. Sesekali beberapa di antara mereka menyeka keringat yang membasahi dahi. Ada yang mencoba berlindung di balik rerimbun pepohonan. Sementara kendaraan yang biasanya lancar, hari ini padat merayap.
Kerumunan orang berpakaian serba putih itu, tiba-tiba menyeruak. Tumpah di salah satu jalan menuju pusat Kota Ambon itu. Tua, muda, dewasa sampai anak-anak, semua lantas bersorak-sorai, begitu melihat beberapa bus muncul dari arah luar kota.

Para penumpang bus nampak panik. Bahkan petugas keamanan berkemeja batik di dalam bus, juga ikut-ikutan panik. Sedangkan orang-orang berbaju serba putih itu, makin ramai mengerubungi iring-iringan bus tersebut. Astaga, ada apa gerangan?

Seorang petugas keamanan yang sejak tadi berkomunikasi lewat handy talky, terlihat naik ke bus paling depan. Dia menenangkan para penumpang sembari menjelaskan apa yang sedang terjadi di pukul 4 sore, yang lumayan panas itu.

Walah...akhirnya kepanikan pun berubah suka cita. Wajah-wajah penumpang bus yang adalah kontingen peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional XI tahun 2015 asal Provinsi Sulawesi Barat itu lantas berseri-seri. Sebagian di antara mereka tak kuasa menahan haru. Air mata pun tumpah.

Rupanya orang-orang berpakaian serba putih itu adalah warga Desa Batumerah. Desa dengan warga pemeluk agama Islam terbanyak di Kota Ambon.

Sejak pukul 14.00, mereka sengaja menunggu peserta Pesparawi asal Sulawesi Barat dan Yogtakarta yang akan melewati ruas jalan di depan Masjid An Nur itu.

Batumerah pada even nasional di Ambon ini menjadi salah satu desa yang menampung peserta Pesparawi.

Penuh semangat mereka menyambut kontingen Pesparawi asal Sulawesi Barat dengan prosesi pengalungan kain sarung kepada pimpinan rombongan. Lalu berbekal ketulusan dan keramahan, warga Batumerah berjalan berdampingan dengan kontingen Sulawesi Barat dengan iringan kain gandong sebagai tanda persahabatan. Air mata dan suka cita menandai persahabatan yang baru terjalin hari itu. Tulus dan apa adanya. Ketulusan yang sama, yang akan dijumpai di tanah Maluku. Negeri yang mulai sohor sebagai Laboratorium toleransi, kerukunan dan perdamaian serta disemangati falsafah Hidup Orang Basudara. Salam hormat dari Ambon.
Sumber https://www.facebook.com/embong.salampessy/posts/10153532655492211
Read More...